![]() |
| SUMBER : Koleksi Pribadi |
Yuk Cari Tahu Sejarah Hari Buku Sedunia!
UNESCO menetapkan tanggal 23 April 2017
sebagai World Book Day dan Copy Right Day sebagai cara untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak
cipta. Ide hari buku ini digagas oleh penulis Valencia bernama Vicente Clavel Andrés pada tahun 1923. Sebagai cara
untuk menghargai seorang penulis bernama Miguel
de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut. Sejak tahun itu, Hari Buku mulai dirayakan di kawasan Valencia dengan beragam event salah
satunya pada event tukar buku dengan mawar. Hal ini, digalakkan untuk meningkat
minat baca untuk para pemuda dan pemudi pada waktu itu. Dimana seorang
laki-laki akan memberikan setangkai mawar pada seorang perempuan. Kemudian si
perempuan akan menukarnya dengan buku. Perayaan Hari Buku ini terus
berlangsung sampai ditetapkannya Hari Buku Sedunia pada tanggal 1995 Lembaga
United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO)
atas dasar tradisi tersebut.
Setelah penetapan Hari Buku Sedunia dari UNESCO, berbagai belahan dunia merayakan dengan cara yang beragam.
Contohnya saja di Meksiko mengadakan pembacaan buku bersama sama selama 12 jam
berturut-turut. Adalagi penyelenggaraan kontes buku terbaik yang diadakan di
swedia. Lain lagi di Madagaskar dan Afrika, dua negara tersebut merayakan Hari Buku Sedunia dengan melakukan kegiatan bertema pendidikan dan hak cipta. Sementara di Indonesia peringatan
sendiri Hari Buku Sedunia mulai dirayakan pada tahun 2006. Penggagasnya organisasi kemasyarakatan yang berkonsentrasi pada aktivitas leteratur yaitu FIM( Forum Indonesia Membaca). Demikianlah sejarah
lahirnya Hari Buku Sedunia dan berbagai perayaan untuk memperingatinya.
Namun
sayang beragam event dunia maupun pemerintah tak membuat minat baca masyarakat
indonesia menjadi tinggi. Sebagai mana kita tahu selain Hari Buku Sedunia yang di
tetapkan UNESCO, Indonesia pun punya beragam event untuk meningkatkan minat
baca masyarakatnya. Diantaranya yang kita dua hari lalu kita rayakan, yaitu Hari Kartini. Menurut saya peringatan Hari Kartini bukan hanya peranyaan sebagai simbol kebebasan
kaum perempuan lho! Tapi lebih dari itu Perayaan Hari Kartini juga syarat akan nilai
pendidikan dan minat baca. Selain itu,Indonesia juga mempunyai Hari Buku Nasional, hari buku ini dirayakan setiap tanggal 17 Mei. Bukankah semua
event tersebut untuk menumbuhkan minat baca kita?
Tapi
berbagai event tersebut nyatanya kurang efektif dalam meningkatkan minat baca
masyarakat Indonesia. Ini terbukti dari hasil rilis survei okezone.com terhadap
minat baca yang dilakukan oleh UNESCO di 61 negara termasuk Indonesia.
Berdasarkan survei, persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%
atau menduduki peringkat terbawah dari 61 negara yang mengikuti survei.. Saya
ulangi 61 negara yang mengikuti survei.. Ah bagaimana Indonesia bisa maju jika
minat baca sungguh rendah. Sebagaimana kita tahu tidak mungkin suatu negara menjadi maju dan unggul tanpa sumber daya
manusia yang berkualitas pula. Sedangkan kualitas sumber daya manusia salah
satunya karena pengetahuan. Dan pengetahuan salah satunya kita peroleh melalui
membaca. Hal ini perlu kita teliti kembali. Namun menurut saya, minat baca
masyarakat kita rendah dipengaruhi beragam faktor diantaranya, karena kurangnya
fasilitas membaca. Hal ini bisa kita lihat dari kurangnya fasilitas
perpustakaan dan jika ada kurang up to date sehingga kurang diminati. Banyak
hiburan bertebaran di sekitar kita sehingga perhatian kita teralihkan misalnya
saja game online, tayangan tv, sosmed dll. Dan pengaruh terbesarnya adalah
karena keluarga, utamanya kita sebagai orangtua kurang atau bahkan tidak
mengajarkan minat baca pada anak karena mungkin sibuk bekerja.
Bagaimana Menumbuhkan Minat Baca Anak?
Keluarga
adalah tonggak utama manusia mendapatkan pendidikan. Jadi pengaruh besar minat
baca yang notabene telah kita bahas tadi salah satu penentu SDM yang
unggul tonggak utamanya berarti ya.. keluarga. Maka dari itu, kita sebagai
orangtua wajib berusaha untuk menumbuhkan minat baca anak kita. Kita tentu
senang bukan jika nak kita mempunyai minat baca yang tinggi? Anak tidak usah
disuruh-suruh baca tapi malah justru merengek di belikan buku bacaan. Sungguh
menyenangkan bukan jika itu terjadi pada anak kita? Maka dari tu, mari kita
simak cara-cara berikut ini:
![]() |
| SUMBER : Koleksi Pribadi |
- Buatlah perpustakaan kecil di salah satu sudut rumah. Tidak harus ruang perpustakaan lho ya... anda bisa menempatkan meja disalah satu sudut ruangan anda yang berisi beragam buku koleksi anda sekeluarga.
- Buat jadwal membaca buku bersama keluarga. Dalam seminggu usahakan anak diajak membaca buku bersama. Jika mungkin anak belum bisa membaca, berarti bunda yang harus membacakan cerita anak.
- Ajak anak membaca dongeng atau cerpen lain setiap malam. Jika anak belum bisa membaca bacakan ceritanya. Dan jangan malu untuk meniru suara tokoh-tokoh dalam cerita yang membuat anak lebih antusian mendengarkan
- Belikan anak buku-buku bergambar dan penuh warna agar anak lebih antusias membaca
- Jika anak belum mahir membaca, motivasi anak untuk belajar membaca. Mungkin dengan banyak memberinya pujian dan hadiah agar anak lebih termotivasi untuk belajar membaca
- Suatu saat Ciptakan suasana berbeda moment membaca pada anak. Mungkin dengan mengajak anak anda ke perpustkaan anak. Karena di perpustaakan akan lebih banyak judul ke timbang di rumah. Selain itu di perpustakaan anak akan menemukan teman baca baru selain keluarga. Atau mungkin ajak anak membaca di taman. Hal ini juga membuat suasana baru sehingga anak lebih giat membaca
- Sesekali beri pelukan ketika mengajak anak membaca. Karena hal ini dapat membuatnya nyaman
- Beri pertanyaan pada anak terkait buku yang dibaca dan ajak anak untuk mencari hikmah dan hubungan isi buku dengan kehidupan sehari-hari
- Berikan penghargaan pada anak bisa berupa pujian dan hadiah
- Gunakan e-book. Selain buku sesekali gunakan buku elektronik untuk menarik perhatian membaca anak. Jika mungkin anak gemar game dan lain-lain, maka e-book mungkin cara yang tepat menumbuhkan minat baca anak
Demikianlah
beberapa cara menumbuhkan minat baca anak. Semoga dapat memberikan manfaat bagi
anda sekeluarga. Dan minat baca anak menjadi lebih baik. Selamat Hari Buku Sedunia!!! :)



Bener, minat baca anak bisa dikembangkan sejak dini biar melek literasi yaa..
BalasHapusIya mbak... Terimakasih telah sempatkan mampir di blog saya ini. Maaf masih berantakan maklum rumah baru!
HapusSedih rasanya liat minat baca yg rendah ya mbak. Anak jaman skrng bahkan cenderung main games daripada baca buku. Jd harus pinter" mensiasati anak biar mulai suka baca dr kecil. 😊😊 makasiih sharing tips nyaaa, beberapa caranya diterapkan sama ayah jd saya sampai skrng sukaa baca mbak. Hehehe
BalasHapussama-sama mbak... minat belajar selayaknya ditanamkan sejak kecil mbak. Saya teringat cara bapak menumbuhkan minat saya dan adek dalam membaca. Beberapa kali dalam seminggu Beliau selalu membawakan saya buku cerita yang dipinjamnya dari perpustakaan tempat Bapak mengajar.. Makasih telah berkenan mampir!
Hapus