![]() |
| SUMBER : Sekolah |
Anak adalah prioritas dan bahkan
segala-galanya bagi orangtua. Apapun sudi kita lakukan asal dapat menunjang
keberhasilan anak. Karena bagi orangtua keberhasilan anak jauh lebih penting
dari pada kesuksesan-kesuksesan dari semua obsesi yang ada di benak kita.
Bahkan banyak kita temui di luar sana ada ibu yang rela berhenti dari karier
yang sedang digelutinya, hanya untuk mengfokuskan diri mengasuh dan mendidik
anak.
Jadi betapa penting dan berharganya anak bagi
kita bukan? Jangan sampai semuanya sia-sia hanya karna orangtua salah dalam mendidik
anak. Gagal dalam berbisnis wajar, tapi gagal mendidik anak akan fatal
akibatnya. Alangkah baiknya, kita sebagai orangtua atau calon orangtua (bagi
yang masih calon, he…he…) harus banyak belajar. Bisa belajar dengan para ahli
parenting atau bisa juga banyak tanya pada orang-orang dulu yang lebih berpengalaman.
Jangan sampai kesombongan dan rasa paling tahu membuat kita salah dalam
mendidik anak. Karena kebanyakan dari orangtua merasa paling tahu, malas atau
mungkin terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Sehingga melakukan kesalahan-kesalahan
yang berdampak negatif pada anak. Berikut kesalahan yang sering orangtua
lakukan dalam mendidik anak :
1. Hanya
memerintah saja tanpa memberi contoh
Inilah kesalahan yang
secara tidak sadar sering para orangtua lakukan. Contohnya saja: menyuruh anak
belajar, tapi kita sendiri asik nonton tv; melarang anak untuk tidak berantem
dengan teman, tapi kita sering berbuat kasar kepada mereka dll. Hello…
anak-anak sekarang sangat pintar dan kritis lho...! Jangan sampai kita mati
kutu dengan serangan-serangan balik dari kata-kata mereka. Bukankah kita
percaya dengan ungkapan “buah tak jauh dari pohonnya”? Jika kita mau anak kita
menjadi anak yang baik maka kita harus memaksakan diri untuk selalu berbuat
baik juga. Bukankah ini juga baik untuk kita?
2. Tidak mau
tahu dan acuh atas semua pendapat dan cerita anak
Jika anak mau
berpendapat atau bercerita tentang sesuatu yang dialaminya berarti ini kabar
baik untuk kita lho…!. Jangan malah acuh atau bahkan menyepelekannya. Sadarkah kesalahan
kita menyepelekan pendapat dan cerita-cerita anak dapat melukai hatinya? Tidak
takutkah kita kesalahan ini akan sangat berpengaruh pada
kepercayaan diri mereka? Atau mungkin bisa saja anak kita malah akan mencari
pelarian ke orang lain yang belum tentu tepat yang dirasa mau mendengarkan
semua pendapat dan keluh-kesah mereka. Jadi mulai sekarang luangkan waktu untuk
ngobrol atau sekedar bermain dengan anak! Dengan demikian, mereka akan merasa
nyaman untuk mengungkapkan isi hatinya kepada orangtua. selain itu, libatkan
juga pendapat anak dalam beberapa hal sehingga ia merasa dianggap dalam
keluarga. Perlu para orangtua tahu, ada banyak anak yang sangat tertutup dengan
orangtuanya. Bahkan orangtua si anak harus memancing-mancing atau mencari akal
agar si anak mau mengungkapkan isi hati dan bercerita tentang sesuatu yang
dialami si anak. Jadi, mulailah sejak dini untuk mendengarkan pendapat dan
cerita-cerita mereka. Walau kadang cerita dan pendapat mereka kurang masuk
akal. Hormati pendapat mereka dan beri pujian! Ini akan baik untuk kepercayaan
diri anak dan hubungan kita dengan mereka. Jika anak kita pendiam, maka kitalah
yang harus rajin merangsang mereka untuk berpendapat dan bercerita. Sehingga
anak menjadi terbiasa.
3. Khawatir
berlebihan sehingga over protektif
Kebanyakan dari orangtua
mempunyai kebiasaan khawatir terlalu berlebihan sehingga over protektif. Takut
jatuhlah, takut anak kena kumanlah, takut anak salah pergaulanlah, dan
ketakutan-ketakutan lainnya. Bukankah kita percaya kepada allah? Maka serahkan
semua kepada-Nya. Biarkan anak melangkah kemana mereka suka. Biarkan mereka
mengekspresikan diri dan bakat mereka. Kita cukup mengawasi dari jauh.
Mengingatkan jika mereka berbuat salah. Memberi tahu apa yang baik dan tidak
baik. Selalu ada jika mereka membutuhkan. Dan yang paling penting, buat mereka
selalu nyaman jika berkomunikasi dengan kita.
4. Malas
menanamkan tanggung jawab pada anak
Anak adalah penerus
kita di masa depan. Bukankah setiap orangtua ingin anak kita harus lebih baik
daripada kita dalam segala hal? Maka untuk mengawalinya kita perlu menanamkan
anak tanggung jawab sejak dini. para orangtua biasanya malas menanamkan
tanggung jawab pada anak. kita merasa menanamkan kebiasaan ini hanya tugas guru
di tempat anak mengenyam pendidikan. Ini kesalahan dari orangtua yang wajib
segera kita jahui. Bukankah keberhasilan mereka adalah prioritas kita? Jika
rasa tanggung jawab sudah tertananam pada jiwa anak, maka yakinlah ini adalah
awal dari keberhasilan mereka. Ada banyak cara bisa kita lakukan. Mungkin dengan
memberi dia tugas untuk merapikan beberapa sudut rumah. Membiasakan merapikan
kamar sendiri. Mencuci baju mereka sendiri. Mengajak anak membuat jadwal harian
mereka sendiri. Untuk segala pembiasaan tersebut, kita harus puas atas hasil
kerja anak, apapun itu. Dan jangan lupa untuk sekali waktu beri mereka hadiah
jika mereka melakukan tugas dengan baik. Dan memberi hukuman kecil jika mereka
lalai terhadap tugas yang kita berikan.
5. Melakukan
kekerasan pada anak
Tegas bukan berarti
keras. orangtua harus bisa menahan diri dan sabar dalam menangani anak-anaknya.
Jangan sampai karena emosi sesaat mengakibatkan penyesalan di kemudian hari.
inilah kesalahan yang tanpa sadar sering para orangtua lakukan. Apalagi jika
sedang banyak masalah. Anak sering jadi korban pelampiasan. Sebandel-bandelnya
mereka jangan sampai ada kekerasan dalam mendidik anak kita. Setiap orangtua
mempunyai trik sendiri-sendiri dalam mendidik anak. Namun jangan sampai main
tangan atau terlalu keras, sehingga mengganggu kejiwaan dan tumbuh kembang
anak. Mungkin dengan mendiamkan anak adalah cara terbaik mengatasi anak yang
sudah tidak mempan dengan nasehat-nasehat kita.
6. Memenuhi
segala keinginan anak
Kesalahan lain yang
sering orangtua lakukan adalah rasa sayang pada anak membuat orang tua memenuhi
semua keinginan mereka secara berlebihan. Ditambah lagi, jika kita dalam
keadaan rezeki yang melimpah. Ini sungguh tidak benar. Jika cara didik kita
seperti ini, bisa dipastikan anak kita akan menjadi pribadi yang boros dan dan
enggan bekerja keras dewasa nanti. Perlu kita ketahui anak usia dini sampai
remaja tidak mempunyai kebutuhan lebih selain kesehatan, pakaian, pendidikan.
Dan itu semua masih kita yang memanage. Jadi, jangan biasakan memberi uang
jajan pada anak, selain untuk mengajarinya menabung.
Demikian beberapa kesalahan yang harus segera
para orangtua hentikan dalam mendidik anak. Ada banyak cara yang dapat kita
lakukan dalam membimbing dan mendidik anak di rumah. Sebagai orangtua yang
baik, kita sebaiknya memiliki banyak cara untuk mengatasi sifat anak yang
berbeda-beda. Untuk itu, diperlukan banyak pengetahuan dari berbagai sumber
sehingga apa yang kita harapkan dari anak kita dapat tercapai.

Jleb banget tulisannya, makasih sharingnya, moga bisa lebih baik lagi jd ortu buat anak2 kita
BalasHapusSama-sama Bun... Aamiin!
Hapusnah..ini.. orang tua harus jadi teladan contoh dari perbuatan,bukan cuma perintah.
BalasHapusgak adanya sikap kita sbg ortu yg dpat jadi contoh bagi anak... membuat anak mengabaikan perintah..
iya mbak betol... semoga kita nanti bisa saling share ilmu terkait parenting ya mbak! makasih telah sudi berkunjung!
BalasHapusnomor 6 yang saya rasakan efeknya sekarang, karena omanya anak2..selalu mengiyakan keinginan si anak, alhasil anak cepat ngambek kalo kemauannya gak dituruti
BalasHapushal itu biasa terjadi mbak. Saya pun mengalaminya. biasanya eyang tri (sebutan saya untuk oma) cenderung memanjakan dan mengikuti semua permintaannya. katanya biar anak nggak rewel. tapi malah dengan cara didik seperti itu anak malah sangat rewel dan manja keterlaluan. tapi saya tidak bisa berbuat apa pada waktu itu. karena anak lebih sering dalam pengasuannya daripada dengan saya karena saya harus bekerja. tapi semenjak anak kedua lahir dan saya harus risen dari kerjaan. saya mulai memberikan ketegasan padanya. itupun jika tidak ada eyangnya. selain itu secara sengaja di depan eyangnya saya sengaja memberikan nasehat-nasehat pada si sulung. ketika ada kesempatan (ex:jika nonton tv acara parenting saya selalu diakusikan padanya. lambat laun eyangnya mulai mengikuti cara didik saya mbak. melihat perubahan besar pada si sulung. mungkin jika berkenan ini bisa di coba!
HapusThanks sharingnya mbak.
BalasHapusSama-sama mas...
Hapusbetul banget mbak, anak mau cerita, emak lagi main hape, anak suru belajar mak nonton tv... hahaha jleb banget itu, semoga saya terusmemperbaiki diri.
BalasHapusmakasih mbak... sebagai orang tua, kita memang harus terus belajar dan memperbaiki diri
Hapus